Mengingat Mati

hahay… judulnya agak serem..

Awalnya hanya pembicaraan biasa antara saya dengan Pak Budi, salah satu pegawai ITB bagian Humas. Sore itu, di acara bedah buku “Aura Biru Kampus ITB”, Pak Budi bercerita sedikit tentang Bu Rini Reksadjaja – dosen saya yang telah berpulang minggu lalu.

“Kalau dalam Islam, pemakaman  itu seperti apa seharusnya?” tiba2 Pak Budi bertanya.

Saya tidak tahu apakah beliau benar-benar bertanya – karena saya tidak tau beliau muslim atau tidak, atau sekedar menguji saya. saya jawab perlahan, ” Ya biasa saja, pak, seperti umumnya. Dikafani dan dikubur seperti biasa.”

” Nah, kamu tau kitab … (beliau menyebutkan suatu nama, tapi saya lupa apa). Disitu dijelaskan tata cara memperlakukan jenazah…,”

Kamu tau ketika orang mati, hingga mereka dimakamkan, jasad mereka masih bisa merasakan sakit?

Ketika mereka dimandikan, mereka masih menjerit kedinginan.

Hanya hewan yang dapat mendengar jeritannya. Jika ada kucing atau burung di dekat jenazah yang tengah dimandikan, mereka akan menunduk dan mengeluarkan suara sedih. Manusia tidak dizinkan mendengarkan suara2 jenazah itu, karena manusia tidak akan kuat.

” Bukankah ketika seseorang meninggal, amalan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia, sudah terputus ya?”

” Inilah kuasa yang Allah berikan, bahwa mereka masih bisa merasakan sentuhan…,”

Itulah mengapa kita diperintahkan memperlakukan jenazah dengan baik. Memandikan dengan hati-hati, mengkafani dengan lembut, bahkan hingga menggotong dan memasukkan ke liang lahat juga tidak sembarangan.

————-

Jumat, 9 Juli 2010, adalah hari Bu Rini menuju peristirahatan terakhirnya. Aku dan teman-teman kampus tidak mengantar beliau ke cikadung, untuk diberi penghormatan terakhir.

Kremasi.

hmm…

Advertisements

About Kania

SD-SMP Al Azhar Kemang Pratama | SMAN 8 Jakarta | Arsitektur ITB
This entry was posted in Daily Life, Education and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Mengingat Mati

  1. catatanmimpisaya says:

    Hmmm, masa sih prit? Yang bikin kita bisa merasakan sensasi sakit kan otak. Kalau otaknya udah mati dan ga berfungsi, sensasi apapun ga akan ada yang bisa terasa dong. Orang yang hidup aja ada yang bisa ga ngerasain apa2 karena ada kerusakan di otaknya, apalagi orang yg udah wafat? Kayaknya yg dibilang pak budi itu ga valid deh, hahah. Ga baik atuh ngomongin yang ga enak tentang orang yang udah pergi, ehehe.

    Makasih prit udah berkunjung ke blog sayah, hehe. Link kesini gw pasang nanti kalo udah ngisi ulang kuota internet ya *sekarang lemot parah koneksinya uy*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s