AURA BIRU; Catatan Para Pelaku Sejarah ITB

tulisan terbaru saya untuk web ITB. Sedikit ulasan tentang buku yang baru diterbitkan… sebuah catatan sejarah, memoar dari para pelakunya sendiri.

______________________________________________________________

"Logo Technische Hoogeschool- Cikal Bakal ITB"

"Logo Technische Hoogeschool- Cikal Bakal ITB"

BANDUNG, itb.ac.id – Sebuah catatan panjang perjalanan ITB yang dikisahkan langsung oleh para pelakunya dirangkum dalam buku berjudul “Aura Biru”.  A.D. Pirous, Filino Harahap, Wiranto Arismunandar, (Alm.) Iskandar Alisjahbana, serta sederet nama lainnya, menyumbangkan pengalamannya sejak berstatus mahasiswa sekitar tahun 1950-an sampai pertengahan 2010. Tidak sekedar memoar, himpunan tulisan ini sarat informasi, pandangan, dan nilai yang mengakar dengan ITB.

Dalam buku ini diceritakan bagaimana kehidupan mahasiswa ITB angkatan 1950-an yang dihadapkan pada bahasa pengantar asing yang digunakan para guru besar Belanda, tuntutan kerapihan dan ketepatan, sistem studi bebas, serta gaya santai bawaan era kolonial. Cukup membuat gamang pada awalnya bagi mahasiswa baru. Kehadiran para pengajar dari Kentucky Contract Team selama tahun 1960-an membawa perubahan. Sistem studi terpimpin diterapkan, kegiatan akademik terstruktur dan terjadwal. Pembawaan pengajar lebih santai, interaksi lebih terakomodasi, dan buku ajar yang sebelumnya merupakan barang langka, kini dapat dipinjam.

Benturan antara penguasa dengan aktivis mahasiswa pada era 1970-an diulas dengan analisis tajam dan menyeluruh yang meliputi latar belakang peristiwa tersebut. Kegiatan para aktivis yang diilhami oleh gerakan universal anti kemapanan kaum muda dunia Barat, mendorong ABRI menduduki ITB pada 1978. Senat Institut berperan sentral dalam seluruh proses pemulihan. Lembaga ini merumuskan pokok-pokok kebijakan untuk pegangan menyusun langkah pelaksanaan bagi pimpinan Institut.

"Taman Ganesha (Ijzerman Park)-1920"

"Taman Ganesha (Ijzerman Park)-1920"

Kepeloporan dalam gagasan dan peyelenggaraan kelembagaan banyak disinggung dalam “Aura Biru”. Diantaranya ketika ITB menyelenggarakan “Pameran Lukisan Mahasiswa” di Jakarta, pada tahun 1954. Sebuah terobosan luar biasa pada zamannya yang melahirkan sebutan “mazhab Bandung” dalam sejarah seni rupa Indonesia. Selain itu, pendirian Pusat Teknologi Pembangunan (PTP) pada tahun 1973  mempelopori penyebaran dan pengembangan socially appropriate technology bagi masyarakat pedesaan.

Segala sisi kehidupan kampus disajikan dengan gaya berbeda-beda -sesuai dengan jaman penulisnya. Semuanya telah melalui proses editing yang dilakukan oleh Prof. Ismunandar, Aman Mostavan, Iman Sujudi, dan B. Kombaitan. Sayang, ingatan kelembagaan tentang perkembangan sistem, program, dan satuan akademik selama kurun waktu 1950-an sampai pertengahan 2000-an masih terbatas.

Meninjau Aura Biru dan Institusi

"Aula Barat ITB-1920"

"Aula Barat ITB-1920"

Sebagai rangkain acara peringatan 90 tahun Pendidikan Tinggi ITB, bedah buku “Aura Biru” diselenggarakan pada Senin (11/07/10) di Aula Timur ITB. Hadir sebagai narasumber antara lain Sri Hardjoko (FTMD), A.D. Pirous (FSRD), M. Anshar (FMIPA), Sampurno (FITB), dan Kusnadi (Pegawai dan Karyawan ITB) serta dimoderatori oleh Ismunandar, Professor muda dari FMIPA ITB. Setelah para narasumber menceritakan pengalamannya masing-masing selama kuliah atau bekerja di ITB, “Aura Biru” kemudian diulas antara lain oleh Dekan SBM, Dharmawan Wibisono; Dosen FSRD, Donna Alberia; dan Presiden Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB, Herry Dharmawan.

Sebuah kutipan, pertanyaan mendasar salah seorang pelaku sejarah, dapat menjadi bahan renungan dalam menentukan arah gerak institusi ini. ” Masihkah kampus ini membina kebhinekaan dengan memberi kesempatan kepada mahasiswa membentuk dirinya sebagai bibit intelektual, ataukah telah beralih pada pembinaan spesialis-spesialis sempit mengikuti desakan lapangan kerja?”

(baca tulisan aslinya di: http://www.itb.ac.id/news/2903.xhtml)

Advertisements

About Kania

Architecture graduates Full time wife and mother of the Swadiansas Owner of Balimanis, obsessed with baking
This entry was posted in Education, Journalism and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to AURA BIRU; Catatan Para Pelaku Sejarah ITB

  1. Soil says:

    Bukunya ada di pasaran g yah:)

  2. masukitb says:

    Halo,

    Salam kenal. Kami suka dengan tema tulisan kamu tentang pengalaman kamu di ITB.

    Begini, LPM ITB sedang membuat situs antarmuka untuk menjembatani mahasiswa- alumni ITB, dengan siswa SMU dari seluruh Indonesia, yang berminat ke ITB, untuk bisa bertukar informasi. Tujuannya, adalah untuk mengurangi kasus “salah pilih jurusan” sebelum memutuskan masuk ke ITB, juga membuat siswa SMU mengenal lebih dekat kehidupan mahasiswa ITB, dengan harapan, mereka bisa mengoptimalkan waktu belajarnya di kampus.

    Kami berusaha untuk mengurangi bias informasi seputar jurusan di ITB, bagi siswa SMU, sehingga mereka punya spektrum yang luas dan berimbang seputar disiplin jurusan, bahkan aktivitas mahasiswa ITB.

    Kalau Kamu bersedia, silakan berkunjung, berdiskusi, berbagi, dan jangan lupa untuk menjawab keingintahuan siswa- siswa SMU dari seluruh Indonesia, tentang ITB.

    Oh iya, tulisan ini juga bisa lho, kalau mau diposting .

    Regards,

    Layanan Produksi Multimedia ITB
    http://www.masukitb.com
    http://multimedia.itb.ac.id

  3. Cliff says:

    I love what you guys are up too. This type of
    clever work and reporting! Keep up the wonderful works guys
    I’ve added you guys to my personal blogroll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s