Remembering My Best Moment

Ada satu kenangan yang berkesan sekali buat saya waktu di Jaipur kemarin. Waktu itu masih dalam rangkaian tur ke segitiga emas India (Agra – Jaipur – Delhi) dengan pemandu supergaul, Udit Hooda. Karena judulnya Heritage Tour, jadi yang kami kunjungi ya benteng dan istana-istana.

Udit mengajak kami melihat sunset di Nahargarh Fort (Nahar=singa, Garh=Gate). Benteng yang sering disebut “tembok cina versi India” itu terletak di salah satu tempat tertinggi di Jaipur. Jadi kami bisa melihat seluruh kota dengan latar belakang sunset.

Nahargarh Fort (nyomot dari web)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kami sampai sana pukul 17.30. Sepi, karena tempat wisatanya sudah ditutup untuk turis pada pukul 17.00. Kami menyusuri sepanjang tembok benteng, berjalan di antara bebatuan, semak-semak, dan sisa reruntuhan benteng. Udit mengajak kami berhenti di salah satu bagian tembok benteng yang membusur keluar. Karena tinggi tembok hampir mencapai dua meter, kami harus memanjat dan berpijak pada celah-celah tembok agar bisa melihat pemandangan ke bawah bukit. Oh iya, celah-celah itu dulunya tempat para prajurit menembakkan anak panah ke musuh di bawah bukit.

Dan bukan main, pemandangannya indaaaaah…. banget. Angin sepoi-sepoi. Kalau gak diingatkan untuk cepat2 balik ke bus, rasanya pengen nongkrong di situ terus. And the best part was after that, on our way back to bus.

Spoiler.. Pemandangan dari Celah Tembok Benteng

Untuk kembali ke bus, kami masih harus menyusuri jalanan berkerikil dengan lebar sekitar 3m. kanan kirinya adalah reruntuhan benteng, semak-semak, reruntuhan arca… rasanya bener2 kayak petualangan! Gak ada penerangan sama sekali kecuali dari sinar bulan. Bintang-bintang bertaburan di langit, terlihat jelas banget. All was nice! ^_^

Aku selalu pengen berada di tempat yang benar-benar alami, yang cuma diterangi sinar bulan dan bintang-bintang juga terlihat jelas. Seneng rasanya bisa nemu tempat kayak gitu – walaupun jauh yaa di belahan bumi sana, hal yang gak bisa ditemuin di bandung atau jakarta. I really like starring at the sky, praise the Lord of His almighty.  Dengan melihat langit, aku bisa merasa lega (karena luaaaass banget dan baguuuus banget) sekaligus merasa kecil, seolah selalu diingatkan untuk ga boleh sombong.

Thanks God for making me able to see that place. I miss it soooo much! Hope I can go back someday, or go to another marvelous place as well. ^_^

Advertisements

About Kania

SD-SMP Al Azhar Kemang Pratama | SMAN 8 Jakarta | Arsitektur ITB
This entry was posted in journey and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s