Aku Ingin: apresiasi puisi

aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu

kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan

kepada hujan yang menjadikannya tiada

puisi di atas bukan buatan saya, tapi seorang sastrawan Sapardi Djoko Damono. Dulu pernah saya kutip di blog ini. Saya sangat tertarik dengan ide “mencintai dengan sederhana”.

apa itu mencintai dengan sederhana?

dari suatu blog saya pernah membaca bahwa mencintai dengan sederhana berarti menerima apa adanya kekurangan dan kelebihan pasangan kita. cinta yang sederhana tidak banyak menuntut namun memberi dengan sepenuh hati. setidaknya begitu interpretasi si empunya blog.

tapi saya tiba-tiba menyadari ada makna yang lebih dalam…

kayu pada api yang menjadikannya abu

awan pada hujan yang menjadikannya tiada

kayu menjadi bahan bakar api meski dirinya hancur karena itu. tanpa kayu, api gak akan ada atau setidaknya gak akan berkobar membesar. tanpa awan, hujan takkan turun. lalu apa kayu pernah menuntut reward dari api? apa kayu pernah marah karena api tak mampu mengembalikan abu menjadi arang lalu meng-kayu kembali? bahkan awan pun tak sempat berkata apapun pada  hujan…

so a SIMPLE LOVE is about GIVING with NO GRANTED

memberi, mengobarkan, mengasihi, menghidupi. pengorbanan, ketulusan, penerimaan.

manunggal. kayu menjadi abu, api pun mati. awan tiada, hujan berhenti.

and does that SIMPLE LOVE truly EXIST?

ini pertanyaan dari salah seorang teman saya. hmm.. yup, saya pikir ada, tapi langka. karena butuh ketabahan luar biasa, keGalauan yang maksimal, penerimaan dan kepasrahan yang terus diuji untuk dibuktikan lebih dari sekedar kata-kata.

dan pada akhirnya…

batas antara cinta sederhana dan cinta buta itu tipis…

#just a random thought, in uneasy feeling under influenced of strong and thick coffee#

Advertisements

About Kania

SD-SMP Al Azhar Kemang Pratama | SMAN 8 Jakarta | Arsitektur ITB
This entry was posted in poems and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s